Genset Milik Telkomsel Mengeluarkan Asap, 7 Orang Pekerja Meninggal

jual genset – Sebanyak tujuh orang diungkapkan meninggal dunia dampak menghirup karbon monoksida atau CO yang dikeluarkan oleh genset di ruang pertemuan Balai Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jumat (29/9/2017) lalu. Menurut keterangan dari Kepala Desa Ngadas Mujianto, genset yang menyebabkan tujuh orang tewas itu milik vendor perusahaan operator seluler Telkomsel. Digambarkan Mujianto, genset itu awam dinyalakan ketika listrik di wilayah itu padam.

Fungsinya supaya Base Transceiver System (BTS) milik Telkomsel konsisten menyala walaupun listrik padam. BTS itu telah dipasang semenjak sebagian tahun yang lalu untuk memancarkan jaringan seluler. “Kita memerlukan sinyal, walhasil Telkomsel ingin memasang tower (BTS),” katanya ketika mengantarkan jenazah korban ke kamar mayat Rumah Sakit Saiful Anwar, Kota Malang.

Mujianto mengatakan, posisi BTS milik Telkomsel itu pas berada di belakang balai desa. Untuk keamanan, genset untuk menghidupkan BTS itu diletakkan di dalam ruang kantor desa. Sekitar dua pekan yang lalu, genset itu dipindahkan ke ruang pertemuan balai desa sebab kantor desa sedang dibangun kembali. Ruang pertemuan itu seluas 7 x 17 meter. “Jadi memang ditaruh di dalam sebab jikalau malam tak ada yang jaga,” jelasnya.

Pada ketika yang berbarengan, ruang pertemuan balai desa itu diterapkan sebagai daerah tidur pekerja bangunan yang sedang membangun kantor desa. Nahas, para pekerja dan teknisi vendor Telkomsel itu terlelap di dalam ruang pertemuan hal yang demikian dengan situasi genset masih menyala sebab listrik sedang padam. Hasilnya, genset yang mengeluarkan gas karbon monoksida dihirup oleh tujuh orang yang tidur di dalam ruangan itu. “Sebelum pulang (dari balai desa) aku telah pesan agar tak ditutup pintunya sebab bau genset masih menyengat. Ya, mungkin sebab capek atau gimana mereka seketika tidur,” jelasnya.

Dikenal, sebanyak tujuh orang meninggal dunia di ruang pertemuan Balai Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jumat (29/9/2017) lalu. Mereka meninggal diduga sebab menghirup karbon monoksida yang dikeluarkan oleh genset yang ada di dalam ruangan itu. Korban tewas antara lain Hasrul Trio Purnomo (29), warga Desa Mojodadi, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan; Ahmad Syaifudin, warga Desa Wonorejo, RT 5 RW 2, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang; Moh Yusuf (21), warga Jalan Jaksa Agung Suprapto I 93d, Kota Malang dan; Nur Rokim (33) warga Desa Wonorejo, RT 5 RW 2, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Kecuali itu Jumadi (33), warga Desa Gedogwetan, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang; Imam (19), warga Desa Wonorejo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang dan Iriawan atau Cak Ir, warga Desa Wonorejo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.

Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan pada BPBD Kabupaten Malang Bagyo Setiyono mengatakan, dua di antara tujuh yang meninggal yakni petugas teknisi Telkomsel yang bertugas menghidupkan genset sekiranya listrik padam. Keduanya yakni Hasrul Trio Purnomo (29) dan Moh Yusuf (21). Keduanya menginap di ruang pertemuan balai desa bersama para pekerja bangunan sesudah menyalakan genset. Belum ada penjelasan legal dari pihak perusahaan operator seluler Telkomsel berhubungan genset miliknya yang menyebabkan tujuh orang meninggal dunia.

 

Baca Juga: genset murah