Sosok Penemu Cat yang Anti Bocor, Herman Moeliana

Kita mengenal cat anti bocor sekarang yakni salah satu produk cat yang benar-benar banyak peminatnya. Di samping sebagai cat bangunan rumah, produk cat ini juga dapat melindungi rumah dari persoalan kebocoran saat datang musim hujan. Hingga-hingga banyak merk produk cat anti bocor yang beredar di tengah masyarakat Indonesia.

Pelapis Cat Anti Bocor yang telah banyak di Indonesia ini, siapa yang menemukan produk cat hal yang demikian ? Herman Moeliana yang sukses menemukan produk cat anti bocor yang diawali dari hal simpel, di mana Herman Moeliana mencari formula zat kimia yang dapat menutup bocor atap rumahnya. Nama Herman Moeliana benar-benar identik dengan salah satu merk produk cat anti bocor, hingga-hingga namanya justru keok dibandingi dengan produk yang sudah beliau ciptakan.

Tak banyak orang yang mengenal bahwa Herman Moeliana dalam memulai bisnis cat anti bocor ini bukan dari sebuah perencanaan bisnis yang matang. Tetapi pandangan baru bisnis cat anti bocor ini muncul dari hal yang tak disengaja. Herman yang senantiasa rumahnya mengalami kebocoran tiap kali hujan datang. Lain dengan adat istiadat orang lain yang saat atap rumah bocor kemudian memanggil tukang untuk membetulinya.

Berbeda dengan kebanyakan orang, Herman Moelianan yang yakni tamatan dari ITB justru sibuk mengotak atik formula kimia yang dapat dipakai untuk menambal atap yang bocor dan mengatasi persoalan kebocoran di rumahnya. Dengan formula zat kimia yang menjadi produk cat anti bocor hal yang demikian, Herman Moeliana sukses membikin dirinya menjadi berhasil dengan mematenkan produk cat anti bocor yang ditemukannya. Kecuali itu Herman Moeliana juga meracik dan mewujudkan sebagian produk pensupport bahan bangunan seperti pencampur semen, nat lantai atau keramik, dan cat pelapis di mana yang kesemuanya itu yakni produk yang berfungsi untuk anti bocor.

Dari penemuan cat anti bocor ini, Herman kemudian mendirikan pabrik manufaktur kimia seluas 600 hektare (ha) dengan bendera PT Inter Aneka Kimia Lestari di Tangerang. Kapasitas produksinya pertama kali merupakan 100 kilogram sebulan, ujar Herman. Sekarang, produksi menempuh 2.000 ton setahun, katanya. Namun, dari bisnisnya ini Herman tidak bersedia berapa profit yang diperolehnya.

 

Sumber: http://aquaproof.co.id/