Atap Rumah Yang Tepat Untuk Rumah

Atap rumah ialah komponen dari bangunan yang berfungsi sebagai penutup sekalian pelindung bangunan dari panas terik sang surya dan hujan. Fungsi utamanya yaitu untuk memberi kenyamanan bagi pengguna bangunan.

Akan namun, dengan kian berkembangnya desain arsitektur rumah, atap sekarang juga menjadi pensupport keindahan eksterior. Dengan memilih desain atap yang unik dan tak umum, siapa saja pasti akan kian nyaman tinggal di dalam rumah.

Tetapi unik dan menarik saja tak cukup. Atap yang bagus yaitu yang cakap memenuhi prasyarat seperti ringan, ramah lingkungan, serbaguna dan kuat.

“Untuk itu kami rilis Ondugreen, produk yang menjawab info Sustainable Living and Green Environment. Di mana popularitas ini telah menjamur di negara-negara maju yang peduli lingkungan. Ondugreen yaitu salah satu bukti kontribusi kongkret bahwa Indonesia juga telah mulai merintis jalan menuju ke gaya hidup yang lebih peduli kepada lingkungan,”.

Ondugreen yaitu sebuah metode atap hijau, di mana atap terbuka dimanfaatkan sebagai zona penanaman pohon sehingga memberi manfaat berkelanjutan bagi bangunan itu sendiri, penghuni ataupun lingkungan di sekitarnya.

Produk ini dirancang dengan waterproofing layer, irrigation, serta drainage system layer, sehingga mempermudah perawatan bagus di musim kering ataupun musim hujan.

“Lantaran material mumpuni, karenanya genteng ini pantas diterapkan untuk seluruh zona, secara khusus wilayah perkotaan yang cenderung menghadapi krisis udara segar. Seperti atap rumah, bangunan kantor, pertokoan dan bangunan komersial lainnya. Kami hadirkan ragam ekstensif dan semi intensif, dengan ketebalan maksimum 15cm dan luas 100m2,” imbuh Tatok.

Kali ini, sayembara dua tahunan hal yang demikian mengangkat tema Tropical Green Roof System, serasi dengan diluncurkannya produk plafon pvc

Via tema hal yang demikian, para peserta bisa mengeluarkan gagasannya sekreatif dan seinovatif mungkin berhubungan metode green roof yang pantas untuk iklim tropis Indonesia.

Juga bagaimana metode hal yang demikian bisa terpasang pada atap bangunan, dengan konsisten memandang bermacam-macam info teknis green roof, seperti kesanggupan bendung air dan metode drainase.

Registrasinya dibuka mulai 1 Februari 2019 sampai 30 Agustus 2019. Tatok berkeinginan, peserta yang meniru seleksi pada tahun ini lebih banyak dari tahun lalu.

“Kami menargetkan 160 karya desain masuk di tahun ini, lebih tinggi dari sayembara yang sama dua tahun sebelumnya sekitar 120 karya,” tukasnya.

Umur Yang Pas Si Kecil Belajar Bahasa Luar?

belajar bahasa luar

Pengembangan bahasa yaitu komponen penting dalam perkembangan buah hati supaya mereka mempunyai kecakapan berkomunikasi, memahami dan mengekspresikan perasaan. Belajar mengetahui, memahami, menerapkan dan merasakan bahasa menjadi langkah permulaan dalam memacu kecakapan literasi buah hati dan penting dikasih semenjak umur dini.

Hal ini bahkan disokong oleh penelitian pengajaran terkini dalam P21 Framework for 21st Century Skills. Penelitian ini menceritakan bahwa terdapat sebagian keterampilan yang dibutuhkan siswa supaya sukses dan berhasil di masa depan. Keterampilan hal yang demikian mencakup kecakapan berdaya upaya kritis, kreativitas, komunikasi, literasi (berita dan teknologi), serta sosial dan kolaborasi.

Melainkan, kapankah sebaiknya buah hati mulai belajar bahasa, secara khusus bahasa asing? Berdasarkan psikolog pengajaran dan buah hati Elizabeth Santosa, hakekatnya tak ada peraturan tertentu yang memutuskan umur berapa sepatutnya buah hati belajar bahasa. Psikolog dengan sapaan Lizzie itu beranggapan bahwa pengembangan bahasa dapat saja tergantung pada kesepakatan kedua orang tua buah hati.

“Umpamanya, ibu berharap bahasa pertama yang diterapkan bahasa Inggris, silakan saja,” kata Lizzie dikala dijumpai di acara peluncuran program EF Small Stars di Grand Indonesia, Jakarta.

Sebab itu, berdasarkan Lizzie, pengenalan bahasa merupakan komponen dari poin keluarga yang ditanamkan orang tua. Bahasa merupakan hal instingtif yang dididik orang tua, malah sebelum buah hati dapat berbincang-bincang.

Untuk menyokong orang tua dalam pengenalan bahasa pada buah hati ini, EF meluncurkan penemuan kreatif program EF Small Stars. Ini yaitu program pengajaran bahasa Inggris nonformal khusus untuk buah hati umur 3-6 tahun.

Regional Director EF English First Indonesia Elisabeth Maria mengatakan, program ini menerapkan cara belajar holistik lewat pendekatan pengajaran yang disesuaikan dengan level umur buah hati. Pelajaran dirancang supaya bisa memaksimalkan keterampilan sosial dan emosionil, kecakapan motorik halus dan kasar, serta kecakapan bahasa dan kognitif buah hati-buah hati dengan maksimal.

 

 

Pembenaran Teks Pada Buku SD Yang Salah Kira

Kementerian Pengajaran dan Kebudayaan akan membetulkan buku belajar untuk siswa Kelas V Sekolah Dasar (SD), yang membikin sejarah kemerdekaan dan menyebut Organisasi Kemasyarakatan Islam Nahdlatul Ulama (NU) disebut sebagai salah satu organisasi radikal.

“Pembenaran dijalankan untuk menghindari konotasi yang kurang pas, sekalian agar lebih sistematis penuangannya,” ujar Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Kabalitbang) Kemendikbud, Totok Suprayitno via pesan singkat terhadap di Jakarta.

Totok menerangkan, bahwa topik yang dibahas dalam alinea buku hal yang demikian berhubungan dengan masa pengorbanan rakyat Indonesia melawan penjajah Hindia Belanda.

Salah satu masa yang diceritakan dalam buku itu ialah masa permulaan radikal, di mana NU ialah salah satu ormas yang berjuang melawan Hindia Belanda.

“Pengertian “radikal/keras” dalam semantik kata ini ialah nonkooperatif/tak ingin berprofesi sama dengan pemerintah Hindia Belanda. Jadi tak memaknai bahwa NU yaitu organisasi radikal,” ujarnya.

Dia mengatakan, buku yang telah tertera dalam dalam laman telah ditarik oleh Kementerian Pengajaran dan Kebudayaan. “Buku di laman BSE telah ditarik, hingga pembetulan paragrap hal yang demikian selesai,” katanya.

Sebelumnya, buku yang diterbitkan oleh Sentra Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud pada tahun 2017 itu ditulis bahwa NU termasuk organisasi radikal bersama Perhimpunan Indonesia (PI), Partai Komunis Indonesia (PKI) dan juga Partai Nasionalis Indonesia (PNI).

Ketua Pergunu Syamsul Anam menyayangkan kejadian hal yang demikian. Ia mengevaluasi hal itu yaitu upaya mengaburkan dan black campaign Ormas NU.

“Segala yang terlibat bagus penerbit ataupun penulisnya dan segala yang memiliki wewenang supaya ditindak tegas,” katanya.

Berhubungan hal itu, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama memprotes dan minta terhadap Kemdikbud untuk menarik buku yang telah beredar dan membenarkannya.

“Dalam konteks ini, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama betul-betul menyayangkan diksi organisasi radikal yang diterapkan oleh Kemdikbud dalam buku hal yang demikian,” ujar Sekretaris Jenderal PBNU, Helmy Faishal Zaini.