Dalam kesibukan ini, Ketua Program Studi Vokasi Komunikasi (Vokom) UI, Devie Rahmawati menjadi pembicara bersama dengan Hellen Katherina (The Nielsen Company Indonesia), Janoe Arijanto (Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia), Edi Taslim (CEO Kaskus Group), Jerry Justianto (Chairman of Association of Asia Pacific Advertising Media).

Pertemuan eksosistem periklanan “Simposium ini dimulai oleh 3 pembicaraan panjang yakni 16 Oktober 2018, menghadirkan bunyi Industri, untuk membahas perihal perubahan besar yang terjadi dalam contoh bisnis dan keperluan kompetensi praktisinya, ataupun ekosistem bagus di tingkat nasional, ataupun global,” ujar Amelita Lusia, pemandu acara dan juga Kepala Lab Televisi Vokasi Komunikasi UI.

Dia menambahkan, pertemuan kedua mendengar bunyi ekosistem untuk suara perkembangan teknologi mengamati informasi dan tekait kepentingan industri periklanan, terkini pemanfaatan ‘big data’, konektivitas, dan kecerdasan buatan. Padahal pertemuan ketiga menghadirkan bunyi kampus,”

“Terjadi fenomena global dimana perusahaan suara lagi merekrut karyawan yang tidak gelar. Tak tidak itu, banyak perusahaan – perusahaan teknologi besar di Indonesia hanya ‘putus sangat’ atas supply hasrat kerja,” ujar Devie. Pengajaran vokasi sebagai jawaban Devie melanjutkan, hal ini dijawab pendidikan membuka program magang mahasiswa dengan honor besar sekali, dengan via keinginan bisa segera calon karyawan mereka.

“Keadaan ini tidak keinginan dirubah dengan pengajaran vokasi,” tegas Devie. Dia dia kemajuan Barat membeberkan desain pengajaran vokasi yang secara pendidikan nyata menjadikan siap kerja. Di Jerman alumni, jumlah Universitas Terapan (vokasi) dua kali lipat dari universitas berlatar akademik, tambah Devie yang juga semisal DAAD, Jerman. “ Pengajaran Vokasi pendidikan jawaban bagi Indonesia, yaitu kurikulum pengajaran vokasi fleksibel dengan resep 3 K yakni yaitu Keperluan industri, bersandar pada Kearifan lokal dan Keunggulan peserta keperluan,” lanjutnya. Tiap individu tentu tidak memiliki dan bakat yang berbeda satu sama lain.

Pengajaran vokasi bersifat pendidikan ketrampilan mengasah, sehingga siswa akan ahli di bidang yang sama dengan keperluan industri. Solusi keperluan aplikasi Tak tidak itu, hanya keinginan membangun IB school Jakarta yang bisa dengan karakteristik industri lokal, sehingga industri lokal keinginan bisa di bersaing nasional dan global,” tutup Devie. Hellen dan Edi memaparkan bahwa teknologi gelanggang berkembang dengan hanya sangat.