Pendidikan

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menandatangani nota kesepahaman bersama Kamar Dagang dan Industri Trier Jerman (IHK Trier) perihal implementasi program kemitraan pengajaran kejuruan atau vokasi di Indonesia.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Kekuatan Saing Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Rudy Salahuddin mengatakan, program ini ialah program kemitraan antara Indonesia dan Jerman.

Dasar dari program ini, yaitu persetujuan dari Kementerian Pendidikan Sama dan Pembangunan Ekonomi Jerman (BMZ) nomor PN 2018.1001.9. tertanggal 30 November.

Program Kemitraan Pengajaran Kejuruan ini juga tertera dalam Protokol Perundingan Pendidikan Sama Pembangunan antara Indonesia dan Jerman tertanggal.

Waktu yang disepakati untuk pengerjaan program yang sudah berjalan yaitu tahap I dari 1 Februari 2012 hingga dengan 31 Januari 2018 yang diperpanjang dengan tahap II dari 31 Januari 2018 hingga dengan 31 Maret 2018.

Pendidikan Sama Teknik Bilateral yang baru dilanjutkan terhitung sesudah MoU ditandatangani.

Rudy membeberkan inti program kemitraan yang akan dikerjakan pada tahun 2018 sampai 2021 ini menitikberatkan pada 3 hal antara lain pengembangan dokumen-dokumen atau instrumen-instrumen untuk pengajaran kejuruan di industri.

Kedua, penetapan infrastruktur untuk kualifikasi pelatih daerah kerja. Ketiga, pemberdayaan organisasi-organisasi bisnis di Indonesia untuk koordinasi antara sekolah dan industri.

“Pengembangan pengajaran kejuruan metode ganda menurut teladan Jerman di Indonesia diinginkan bisa menurunkan angka pengangguran buah hati muda yang tinggi dan meningkatkan kompetensi keahlian. Kita sepatutnya memutuskan dunia usaha dan dunia industri sendiri yang mengintegrasikan pelajaran di perusahaan dalam pengajaran kejuruan metode ganda,” ujar Rudy.

Jokowi Resmikan Pengajaran Vokasi di Cikarang
Sebelumnya Jokowi mensahkan kerjasama pengajaran vokasi antara Kementerian Perindustrian dan PT Astra Otoparts serta SMK di Jawa Barat

Program Kemitraan Tahun 2018-2021 ini, menggandeng industri yang selama ini kurang dilibatkan dalam pengajaran kejuruan dan memaksimalkan struktur yang menyeluruh untuk organisasi-organisasi mitra di Indonesia, yang diciptakan sebagai teladan berhasil untuk multiplikasi.

Kemudian, organisasi-organisasi mitra dari dunia usaha dan dunia industri di Indonesia juga diinginkan bisa mempertimbangkan sasaran dan isi program secara signifikan. Sentra itu, Bahasa Indonesia ialah bahasa sah yang secara tetap diterapkan dalam program.